Vale Indonesia Pangkas Produksi Nikel Jadi 72 Ribu Ton

, Jurnalis
Kamis 18 April 2019 12:41 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

Perseroan mengungkapkan, bila pemeliharaan Larona Canal Relining rampung, produksi kuartal selanjutnya diyakini bakal lebih tinggi dari kuartal I/2019. Maka untuk mencapai target, perseroan bakal mengincar produksi sekitar 19.000-20.000 pada kuartal ketiga dan keempat 2019.

Baca Juga: Danai Capex USD165 Juta, Vale Indonesia Tak Bagikan Dividen

Sepanjang tahun 2018 kemarin, Vale Indonesia membukukan pendapatan sebesar USD776,9 juta atau tumbuh 23,45% secara tahunan. Adapun laba bersih yang dibukukan mencapai USD60,51 juta, setelah pada 2017 mencatatkan rugi bersih USD15,27 juta. Pada tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal senilai USS165 juta atau hampir dua kali lipat dari 2018 yang sebesar USD83 juta. Peningkatan belanja modal sejalan dengan besarnya kebutuhan investasi perseroan.

Perseroan juga memutuskan tidak membagikan dividen untuk laba kinerja keuangan 2018 sekitar USD60 juta, lantaran tahun ini ada kebutuhan capital yang cukup besar dibandingkan dengan tahun lalu. Saat ini, perseroan tengah membidik pengembangan proyek besar yakni pengembangan smelter feronikel di Bahadopi, Sulawesi Tengah dan smelter nikel di Pomala, Sulawesi Tenggara. Perseroan menyebut proyek tersebut sedang dalam proses negosiasi final.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya