JAKARTA - Criteo, platform periklanan untuk internet terbuka, merilis data hasil penelitian periode Ramadan 2018. Penelitian ini menunjukkan kinerja ritel dan travel online (penyedia jasa perjalanan) yang kuat di wilayah Malaysia dan Indonesia pada periode Ramadan.
Grafik penjualan dan traffic ritel online terus meningkat selama periode Ramadan hingga puncaknya pada minggu ketiga, yang bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan di luar Ramadan.
Meski menurun saat Idul Fitri, penjualan dan traffic ritel online kembali meningkat tajam satu minggu setelahnya, dengan kenaikan terbesar mencapai 50%.
Baca Juga: Perilaku Konsumtif Akan Meningkat Tajam Selama Ramadan
Menurut Alban Villani, Managing Director SEA-Pacific Criteo, penurunan drastis yang terjadi disebabkan saat perayaan Idul Fitri, orangorang atau pembeli jarang membuka dan membeli barang maupun jasa perjalanan karena disibukkan dengan acara Idul Fitri.
“Sebagian pembeli mungkin berbelanja setelah Ramadan tiba. Peritel harus terus menarik pembeli dengan penawaran spesial dan konten yang dipersonalkan selama Ramadan,” ujarnya.
Sementara untuk situs jasa perjalanan, grafiknya hampir sama dengan penjualan dan traffic ritel online . Hal yang membedakan adalah melonjaknya penjualan setelah Idul Fitri berlangsung selama dua pekan dengan peningkatan hingga 13%.
Penjualan melalui perangkat mobile juga terus meningkat selama Ramadan. Di Indonesia, penjualan melalui mobile meningkat hingga 58%. Criteo memberikan tiga tips untuk para penjual ritel online dan situs penyedia jasa perjalanan.
Baca Juga: Peritel Menjemput Rezeki Tahunan di Bulan Ramadan
Pertama, ritel online bisa memulai kampanye pemasaran dua minggu sebelum Ramadan hingga minggu ketiga Ramadan.
Sedangkan, penyedia jasa perjalanan bisa melanjutkan pemasaran hingga dua minggu setelah Lebaran. Kedua, ritel online dan penyedia jasa perjalanan harus bisa menciptakan aplikasi dan juga web mobile yang mudah dipakai dan nyaman bagi pengguna karena penggunaan perangkat mobile untuk berbelanja terus meningkat selama Ramadan.
Ketiga, ritel online dan penyedia jasa perjalanan bisa meningkatkan kampanye pemasaran selama Ramadan sebanyak dua kali lipat.
(Dani Jumadil Akhir)