JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa pemerintah serius dalam masalah pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia (RI). Masalah ini, menurut Presiden, telah dibahas di internal pemerintah sejak 3 (tiga) tahun yang lalu.
“Kemudian 1,5 tahun yang lalu, kami minta Bappenas untuk melakukan kajian-kajian yang lebih detail baik dari sisi ekonomi, sisi sosial politik, dan juga dari sisi lingkungan,” kata Presiden Jokowi dilansir dari laman Setkab, Selasa (7/5/2019).
Baca Juga: Kepala Bappenas: Lokasi Ibu Kota Baru Strategis dan Bebas Bencana
Presiden yang dalam kesempatan itu didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan, bahwa Pulau Jawa ini sudah dihuni oleh 57% dari total penduduk Indonesia atau kurang lebih 149 juta orang.
Padahal di pulau-pulau yang lain, misalnya di Sumatra, lanjut Presiden, dihuni 21%, kemudian di Pulau Kalimantan baru dihuni oleh 6% dan pulau-pulau yang lain misalnya di Sulawesi baru 7%, Papua dan Maluku kurang lebih baru 2-3%.