Cara Menko Darmin Geber Pertumbuhan Ekonomi

, Jurnalis
Kamis 09 Mei 2019 15:57 WIB
oke
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, Indonesia perlu menekan capital output ratio (COR) atau rasio besarnya investasi dengan nilai output, jika ingin mendorong pertumbuhan ekonomi. Selama beberapa tahun terakhir ekonomi Indonesia memang hanya tumbuh dikisaran 5%.

Darmin menyatakan, dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,2%, COR Indonesia saat ini berada pada level yang cukup tinggi yakni 6%. Hal ini didorong kebijakan pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur secara masif.

"Negara yang membangun infrastruktur secara masif, mau tidak mau capital output ratio-nya tinggi, dibutuhkan dana yang besar untuk bisa mendorong 1% pertumbuhan," kata dia dalam acara Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Baca Juga: Sri Mulyani: Kita Usahakan Ekonomi Tumbuh 5,3%

Oleh sebab itu, pemerintah ke depannya akan mengurangi pembangunan infrastruktur dan fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dengan demikian, rasio capital output bisa menjadi lebih rendah dan ruang pertumbuhan ekonomi semakin besar.

"Jadi mari kita dorong capital output ratio sedikit lebih rendah, setidaknya menjadi 5%. Maka pertumbuhan ekonomi bisa menjadi 6%," ungkapnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019 Lebih Tinggi

Darmin menjelaskan, upaya peningakatan kualitas sumber daya manusia sudah mulai dilakukan pada tahun ini, salah satunya melalui pendidikan vokasi. Upaya mendorong sumber daya manusia bahkan menjadi fokus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Selain infrastruktur memang kita juga fokus masuk ke sumber daya manusia, secara konsisten dan besar-besaran," kata dia.

Sekedar informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 sebesar 5,07% (year on year/yoy). Realisasi ini lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2018 yang sebesar 5,18 % yoy. Namun lebih tinggi dibandingkan laju ekonomi pada kuartal I 2018 yang sebesar 5,06%.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya