Telkom Serap Belanja Modal 22% Setara Rp7,26 Triliun

, Jurnalis
Senin 13 Mei 2019 11:15 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA - Di kuartal pertama 2019, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp7,26 triliun. Dengan begitu, TLKM sudah menggunakan sekitar 22% dari anggaran belanja modal di tahun ini.

Baca Juga: Telkom Cetak Pendapatan Rp34,8 Triliun di Kuartal I-2019

Sebagai informasi, tahun ini emiten telekomunikasi plat merah ini menganggarkan belanja modal di atas Rp33 triliun. Angka ini sedikit naik jika dibandingkan dengan tahun lalu yang ada di level Rp33 triliun. Belanja modal terbesar akan digunakan untuk ekspansi jaringan. Untuk sektor bisnis mobile, anggaran yang disiapkan sebesar 40%-50% dari total belanja modal. Sementara sisanya digunakan untuk bisnis non-mobile.

Kata Direktur Utama TLKM, Alex J. Sinaga, capex tersebut dominan digunakan untuk membangun infrastruktur broadband atau tulang punggung jaringan. “Baik untuk mobile, yakni pembangunan BTS 4G LTE dan pengembangan sistem IT, maupun fixed broadband berupa jaringan akses serat optik ke rumah serta jaringan backbone serat optik bawah laut dan darat,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (13/5/2019).

Menurut dia, penguatan kapabilitas broadband ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, ia yakin dan optimistis pada tahun 2019 ini, TLKM dapat mencatat kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Per kuartal I-2019, TLKM mencatatkan pendapatan Rp34,84 triliun atau naik 7,73% secara tahunan. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, TLKM mencatatkan pendapatan sebesar Rp32,34 triliun. Sementara laba bersih perserian tumbuh 9% secara tahunan menjadi Rp6,22 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih TLKM adalah sebesar Rp5,73 triliun.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya