Kalau pinjam, misalnya tanahnya gede, pinjam dapat Rp300 juta, sambung Kepala Negara, berarti digunakan semuanya 300 juta itu untuk modal kerja, untuk modal usaha, untuk modal investasi. Jangan digunakan untuk yang lain-lain dulu.
“Ini orang kita ini, biasanya dapat uang Rp300 juta, Rp150 juta beli mobil. Wah, gagah muter-muter kampung, muter desa. Enam bulan. Itu hanya enam bulan. Nggak bisa nyicil mobil, nggak bisa nyicil ke bank, ya. Enam bulan mobil ditarik lagi dealer, sertifikatnya juga hilang, sudah,” ungkap Presiden Jokowi.
Untuk itu, Presiden Jokowi berpesan agar kalau pinjam ke bank itu dikalkulasi, dihitung, bisa nyicil nggak? Kalau nggak, jangan. Kalau hitung-hitungnya nggak masuk, nyicilnya berat, jangan dipaksakan.
Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi berdialog dengan warga dan memberikan hadiah sepeda kepada yang bisa menjawab pertanyaannya dengan baik. Presiden menjelaskan, sekarang habis pemilu, boleh memberi sepeda lagi. Dulu, tujuh bulan selama kampanye tidak boleh kasih sepeda.
“Ya udah, kebeneran, sepedanya utuh,” ujarnya.
Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.
(Feby Novalius)