Sektor Jasa Teknologi Informasi Terus Sumbang Defisit Transaksi Berjalan

Taufik Fajar, Jurnalis
Kamis 27 Juni 2019 17:41 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

JAKARTA - Neraca transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit USD7 miliar pada kuartal I-2019 atau sebesar 2,6% dari produk domestik bruto (PDB), berdasarkan statistik yang diumumkan Bank Indonesia.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, sektor transportasi masih menjadi penyumbang utama defisit neraca jasa. Namun, yang menjadi perhatian yakni mulai tingginya angka defisit yang disumbangkan oleh sektor teknologi informasi komunikasi (ICT) dan sektor hak kekayaan intelektual (HKI).

"Jadi, neraca jasa yang negatif itu disebabkan impor jasa yang lebih besar dari ekspornya. Di mana sektor transportasi merupakan kontributor utama defisit neraca jasa, disusul oleh biaya penggunaan HKI, jasa ICT dan jasa bisnis lainnya," ujar dia di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

 Baca Juga: Neraca Dagang Surplus, BI: Positif ke Transaksi Berjalan

Tercatat, biaya penggunaan HKI menyumbangkan USD397 terhadap defisit neraca jasa kuartal I-2019. Sementara ICT menyumbangkan defisit sebesar USD339 juta.

Arif menuturkan, sejak 2011 sektor ICT terus menyumbangkan defisit neraca jasa. Bahkan, untuk biaya penggunaan HKI sudah menyumbangkan defisit sejak 2004. Di mana sering terlambatnya pelaku usaha untuk mengajukan hak paten menjadi pendorong terjadinya defisit HKI.

"Kita lihat pada saat bersamaan, pemerintah juga masih minim mengeluarkan insentif untuk penelitian dan pengembangan (R&D), sehingga ICT Indonesia dinilai tertinggal dibandingkan negara-negara tetangganya," tutur dia

 Baca Juga: Defisit Transaksi Berjalan Jadi Pekerjaan Rumah BI Tahun Ini

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya