Defisit Transaksi Berjalan Diproyeksi Turun Jadi 2,7%

Widi Agustian, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 09 20 2139635 defisit-transaksi-berjalan-diproyeksi-turun-jadi-2-7-BsbdTDzDtJ.jpg Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com/BI)

MANGGARAI BARAT - Neraca defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) diproyeksi bakal menurun menjadi 2,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pada 2018, CAD tercatat 2,93%.

"Kami melihat akan lebih baik di 2019, current account deficit di 2,7% PDB," ujar Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Endi Dwi Tjahyono dalam acara Pelatihan Wartawan Bank Indonesia di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Senin (9/12/2019).

Baca Juga: Presiden Jokowi Targetkan Defisit Transaksi Berjalan Selesai dalam 3 Tahun

Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut, kata dia, tidak lepas dari catatan surplus Neraca Perdagangan pada Oktober 2019 yang tercatat sebesar USD161,3 juta.

Grafik Ekonomi

Di sisi lain, kendati perekonomian global terus melambat, perekonomian Indonesia masih tetap berdaya tahan meski juga mengalami perlambatan. Pada kuartal III, ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% dan pada kuartal II sebesar 5,05%.

Baca Juga: BI Catat Penurunan Defisit Neraca Pembayaran Turun Drastis di Kuartal III-2019

Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih akan menopang pertumbuhan ekonomi. Laju investasi juga masih akan terus tumbuh.

Alhasil, ekonomi pada kuartal IV akan membaik yang didorong oleh kinerja ekspor dan fiskal yang tepat.

"Hari raya natal dan tahun baru yang juga ikut menyumbang perekonomian di akhir tahun," kata dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini