Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Menko Darmin Andalkan Macadamia

Robert Fernando H Siregar, Jurnalis
Jum'at 28 Juni 2019 08:38 WIB
Foto: Fernando (Okezone)
Share :

Darmin mengutarakan, apa yang sedang dipersiapkan hari ini untuk menanam lahan kritis dengan tanaman istimewa, yakni Macadamia. "Kalau anda sering naik pesawat apalagi jarak panjang, kalau anda meminta makanan ringan, akan keluar Macadamia bentuknya seperti kemiri. Macadamia selain makanan ringan atau cemilan, bisa lebih garing dan enak untuk bahan baku campuran coklat dan bernilai ekonomis tinggi. Sehingga kalau upaya mengatasi lahan kritis dan kemudian kalau kata pepatah Melayu 'Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui'. Ini dia tanaman Macadamia terjadi penghutanan karena pohonnya besar, tapi ada buahnya. Kalau pohon karet, ada buahnya tetapi tidak bisa dimakan," ungkapnya.

Pemerintah dalam programnya melalui Menteri Pertanian, kata Darmin Nasution, setelah mulai melakukan peremajaan sawit rakyat, juga sedang mempersiapkan melakukan peremajaan tanaman karet rakyat. Kita sudah usahakan 6 bulan yang lalu, supaya harganya jangan terlalu rendah.

"Saya ingat waktu itu, harga karet bongkahan Rp6.500-Rp7.000 per kilogram di petani. Namun setelah kita bekerjasama dengan Thailand dan Malaysia, sekarang ini harganya menjadi Rp9.500- Rp10.000 per kilogram di petani. Sehingga kita waktunya untuk meremajakan tanaman karet," ungkap Darmin

Lahan luas, sambung Darmin, tetapi banyak yang tidak ditanami. Pemerintah akan menyiapkan langkah-langkah membantu masyarakat untuk menanami lahan sebanyak mungkin.

"Hal ini juga adalah bagian upaya dari kita semua, sehingga rakyat kita itu bukan beban. Rakyat kita itu adalah modal yang mereka bisa menghasilkan lebih dari apa yang mereka butuhkan. Adalah keliru, kalau kita merasa rakyat itu adalah beban. Berikan dia kesempatan, berikan dia jalan, dia akan bisa," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya