Sementara itu, untuk volume penjaminan sepanjang 2018, Jamkrindo mencatat sebesar Rp174,74 triliun. Jumlah tersebut meningkat 17% dibandingkan perolehan volume penjaminan pada 2017 yang mencapai Rp148,75 triliun.
“Kami optimistis bisa mencapai target volume penjaminan tersebut,” ujar Randi.
Baca Juga: Kronologi Kasus Laporan Keuangan Garuda Indonesia hingga Kena Sanksi
Untuk tahun ini, Jamkrindo berupaya menjaga keberlanjutan bisnis dengan berfokus meningkatkan pertumbuhan dalam rangka mengoptimalkan kapasitas secara efektif dan efisien. Pada 2019, Perum Jamkrindo menargetkan volume pejaminan sebesar Rp182,36 triliun atau naik 16,5 % dari RKAP tahun 2018 sebesar Rp156,6 triliun.
(Feby Novalius)