JAKARTA - Tesla Inc (TSLA.O) mencatat rekor penjualan mobil listrik pada Kuartal II 2019. Rekor tersebut membuat sahamnya naik sampai 7% karena adanya jawaban pasti dari Tesla akan pertanyaan mengenai permintaan untuk mobil listrik mewahnya.
Di tengah kekhawatiran akan permintaan, Tesla menyatakan pesanan selama kuartal II 2019 melebihi pengiriman. Meskipun pembeli mendapatkan kredit pajak yang lebih kecil.
Baca juga: Toyota Siapkan Rp28,3 Triliun untuk Investasi Mobil Listrik di Indonesia
Melansir laman Reuters, Rabu (3/7/2019), Tesla melakukan pengiriman untuk model 3 sebanyak 77.550 di kuartal ini, di mana model sedan dan Linchpin terbaru perusahaan merupakan strategi pertumbuhan perusahaan. Angka tersebut dibandingkan dengan perkiraan rata-rata analis di kisaran 73.144 unit.
Penjualan semua model naik 51% dari kuartal pertama menjadi 95.200 kendaraan, termasuk 17.650 Model S & X. Analis rata-rata memperkirakan pengiriman total 89.084.
Baca juga: Perpres Kendaraan Listrik Segera Terbit, Cek di Sini
Chief Executive Officer Elon Musk telah berulang kali mengatakan, Tesla dapat memberikan rekor jumlah mobil pada kuartal kedua, mengalahkan 90.700 unit yang dikirimkan kepada pelanggan pada kuartal terakhir tahun lalu.
Angka-angka Selasa membantu menghilangkan sengat pada kuartal pertama yang sulit, di mana pengiriman anjlok dan perusahaan kehilangan USD702 juta.
Secara keseluruhan, total produksi naik 13% menjadi 87.048 kendaraan dibandingkan dengan kuartal pertama. Perusahaan mengeluarkan 72.531 Model 3 pada kuartal kedua, naik dari total 62.950 Model 3 pada kuartal sebelumnya.
Baca juga: Setelah Mobil, Kini Giliran Pesawat Listrik Siap Dobrak Pasar Dunia
Perusahaan telah berjanji untuk mengirimkan 360.000 hingga 400.000 kendaraan pada 2019, tujuan yang diperkirakan banyak analis akan sulit dipenuhi.
Saham Tesla naik sebanyak 7% setelah rilis angka. Sahamnya naik sekira USD17,6 atau 7,75% ke USD244,4.
(Rani Hardjanti)