Demam Mobil Listrik Buatan Indonesia, tapi PLN Belum Diajak Ngobrol soal SPLU

Koran SINDO, Jurnalis
Minggu 07 Juli 2019 13:08 WIB
Mobil Listrik ITS (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan memberikan dukungan penuh terhadap program mobil listrik pemerintah. Bahkan PLN telah melakukan riset mobil listrik bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Di beberapa wilayah distribusi, sebagian mobil operasional PLN sudah menggunakan mobil listrik. Riset terus dilakukan, termasuk riset pengembangan mobil jenis multipurpose vehicle (MPV) dan sport utility vehicle (SUV) yang dilakukan anak perusahaan PLN.

“Tentu kami mendukung penuh program pemerintah tersebut,” tegas Vice President Corporate Communication PT PLN Dwi Suryo Abdullah tadi malam.

Mengenai infrastruktur stasiun pengisian listrik umum (SPLU) yang kerap dijadikan alasan belum jelasnya program mobil listrik, Dwi menegaskan, PLN belum pernah diajak diskusi terkait pengembangan infrastruktur pengisian mobil listrik.

“Jadi persoalannya adalah koordinasi. Kami belum diajak bicara membahas itu. Mobil listrik akan terealisasi jika ada kolaborasi dari semua stakeholder,” tegasnya.

Baca Juga: Toyota Siapkan Rp28,3 Triliun untuk Investasi Mobil Listrik di Indonesia

Dia memberikan contoh, tipe baterai dan tipe charging tools standar pabrikan auto-motif belum pernah diungkapkan kepada PLN.“Jangan sampai mobilnya ada lalu tak bisa di-charge karena colokan atau tipe kabelnya tidak cocok,” cetusnya.

Terpenting, aturan mobil listrik dari pemerintah harus jelas dan tegas sehingga bisa menjadi panduan bagi para pihak yang terlibat di dalamnya dalam mempersiapkan infrastruktur. “Sekarang regulasinya belum jelas,” sebutnya.

Dimulai dari Daerah

Indonesia kini memang harus mengikuti perkembangan zaman. Seiring dengan perkembangan revolusi industri 4.0, Indonesia dalam waktu 10 tahun ke depan diprediksi mampu menghadirkan kendaraan dengan energi listrik yang dimulai dari daerah.

Meski peraturan presiden (perpres) tentang kendaraan listrik masih digodok, saat ini pemerintah daerah (pemda) diyakini mampu untuk memulai transformasi transportasi dari energi bahan bakar fosil ke energi listrik.

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Tembus Rekor, Saham Tesla Meroket hingga 7%

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan, pemda akan siap bila pemerintah telah menetapkan sejumlah aturan tentang kendaraan listrik, termasuk sejumlah insentif kepada para produsen dan konsumen.

“Seperti di Agats ibu kota kabupaten Asmat, Papua, yang seluruh masyarakatnya menggunakan kendaraan listrik mulai sepeda, motor hingga mobil kecil yang digunakan sebagai ambulans dan mobil polisi. Kendaraan listriknya diimpor dari China melalui Surabaya,” tutur Djoko.

Apa yang dimulai oleh Pemda Agats ini dapat dijadikan contoh oleh daerahdaerah lain yang infrastrukturnya telah siap. Djoko mengungkapkan, setiap masyarakat pasti akan siap menggunakan kendaraan listrik bila kepala daerah mampu membuat kebijakan yang meringankan para pengguna kendaraan listrik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya