Fakta Menarik Menteri Jokonomics Jilid II

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Senin 08 Juli 2019 06:20 WIB
Presiden Joko Widodo dan Para Menteri Kabinet Kerja (Foto: Setkab)
Share :

2. Kata Susi soal lanjut kepemimpinan

Susi Pudjiastuti menyatakan enggan menerka-nerka apakah dirinya akan menjabat kembali sebagai menteri atau tidak. Keputusan sepenuhnya ada di tangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

“Siapa yang nyuruh?” ujar Susi ketika ditanya kesiapannya jika ditunjuk menjadi menteri lagi di era Jokowi-Ma’ruf Amin di Kantornya, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Susi justru ingin fokus pasa pekerjaannya hingga Oktober mendatang, dibandingkan memikirkan apakah akan menjadi menteri lagi atau tidak. Tidak ada gebrakan khusus juga yang akan dilakukan di sisa masa jabatannya ini.

“Ya enggak ada (gebrakan khusus), rutin saja,” ucap Susi.

Namun, lanjut Susi, di sisa masa jabatannya ini dirinya akan meningkatkan ekspor produk hasil laut. Sehingga bisa berdampak kepada penerimaan negara dan perekonomian Indonesia.

“Ya kita tingkatkan ekspor,” kata dia.

3. Calon menteri muda

Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai hanya posisi menteri tertentu saja yang dirasa cocok untuk diisi generasi milenial.

"Menteri milenial Itu rencana bagus. Di mana Menteri milenial itu kita butuhkan untuk menyesuaikan zaman. Tapi untuk posisi yang tepat seperti Menteri Pemuda dan Olah Raga atau Kepala Badan Kreatif (Bekraf). Cukup itu saja," ujar dia kepada Okezone, Jumat (5/7/2019).

Menurutnya, Presiden Jokowi pada pemilihan Kabinet Kerja Jilid II ini jangan banyak-banyak mengambil milenial untuk menjadi menteri. Dirinya menilai ini akan menyebabkan risiko.

"Sedangkan untuk menteri bidang ekonomi sebaiknya diperlukan mereka yang punya latarbelakang dan pengalaman bidang ekonomi yang kuat," ungkap dia.

Baca Juga: Menteri Milenial Masuk Kabinet Kerja Jilid II Harus Profesional

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyatakan, kabinet ke depan harus di isi kalangan profesional. Salah satu nama yang diisukan memiliki profesionalisme tersebut yakni CEO Go-Jek Nadiem Makarim, yang juga merupakan pengusaha muda.

Meski demikian, Shinta menekankan perlu ada portofolio yang jelas mengenai posisi yang akan diambil oleh Nadiem.

"Nadiem saya melihat figur yang sangat kuat dan kompeten, kalau mau berdedikasi untuk negara silahkan, dan saya rasa luar biasa ada generasi muda seperti Nadim tapi porfolio mesti jelas apa yang mau diambil," ungkapnya di Jakarta pada Rabu (3/7/2019).

Tak hanya itu, Shinta menilai ada beberapa sosok menjabat sebagai menteri dari kalangan pengusaha. Diantaranya, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, dan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia.

"Semua itu juga menurut kami bisa dan layak menjadi salah satu menteri muda," ujarnya.

 4. Kabinet Kerja harus diisi kalangan profesional

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyatakan, tak peduli apakah itu dari dalam partai politik (parpol) maupun tidak, kabinet harus diisi kalangan profesional. Tak terkecuali dari kalangan penguasaha.

"Garis bawahnya adalah profesional, jangan hanya soal dia harus dari parpol atau tidak, tapi harus profesional. Kalau parpol bisa mengajukan profesional yang terbaik di posisinya, kenapa tidak," ujarnya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya