TAIWAN - Luluk Sunarti bisa jadi merupakan saksi hidup yang masih mengingat perjuangan selama menjadi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan. Saat ini ia telah sukses menjadi pengusaha dan menjadi pemilik beberapa jenis usaha, mulai dari minimarket, bengkel, distributor dan Agen46 BNI di kota kelahirannya, Banyuwangi, Jawa Timur.
Kisah perjuangan hidup dan semangat berwirausaha inilah yang ditularkan kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negeri Formosa, Taiwan, dalam sebuah seminar kewirausahaan yang digelar BNI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Seminar ini bertujuan untuk memberikan bekal kemandirian bagi para peserta agar dapat mengelola keuangannya dan menciptakan lapangan usaha setelah kembali ke Indonesia.
Seminar yang dilaksanakan di Taipei, Taiwan, Minggu dan Senin (7 – 8 Juli 2019) ini dibuka oleh Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito, dan diisi oleh beberapa narasumber, antara lain Deputi Direktur Literasi dan Informasi (OJK) Greta Joice Siahaan, dan Wakil Pemimpin Divisi Internasional BNI I Made Sukajaya.
Selain Luluk Sunarti sebagai pembicara, terdapat 450 PMI yang menetap di wilayah Taipei dan sekitarnya yang diundang pada sesi berbagi tersebut.