Sementara di tempat terpisah, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan peluncuran Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR007 mempunyai manfaat untuk membangun kemandirian finansial sejak dini.
”Dengan berinvestasi, seseorang berlatih untuk mengelola keuangannya secara baik dan berdisiplin dalam membelanjakan dana sesuai rencana alokasinya,"ungkapnya.
Luky mengatakan, penerbitan instrumen obligasi ritel ini tidak hanya bertujuan untuk mendorong literasi masyarakat atas pentingnya investasi, namun juga memperluas basis investor domestik. Dalam kesempatan ini, pemerintah secara resmi membuka masa penawaran instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR007 kepada investor individu secara online.
SBR007 yang mempunyai tanggal jatuh tempo pada 10 Juli 2021 mempunyai jenis kupon mengambang dengan suku bunga acuan adalah BI 7-Day Reverse Repo Rate. Tingkat kupon untuk periode tiga bulan pertama yaitu 31 Juli sampai 10 Oktober 2019 adalah 7,5% yang berasal dari suku bunga acuan pada penetapan kupon 6,00% ditambah spread tetap 150 basis poin (1,5%).
(Feby Novalius)