4 Batu Sandungan Garuda Indonesia, Ini Sederet Fakta yang Melilitnya

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Minggu 21 Juli 2019 08:15 WIB
Pesawat Garuda Indonesia (Foto:Okezone)
Share :

JAKARTA - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengalami banyak polemik dalam beberapa waktu terakhir. Di mulai dari permasalahan laporan keuangan yang berujung pada pemberian sanksi, rangkap jabatan oleh I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, hingga yang teranyar soal menu makanan kelas bisnis dengan secarik kertas dan tulisan tangan.

Persoalan menu makanan itu pun berawal dari unggahan YouTuber Rius Vernandes pada media sosialnya. Hal ini pun sempat berbuntut panjang ke laporan polisi.

Di mana Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) mewakili Garuda Indonesia melaporkan Rius kepada Polres Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, terkait penecamaran nama baik.

Dengan sejumlah persoalan itu, maka tak aneh bila perusahaan BUMN ini menjadi sorotan masyarakat saat ini. Berikut sejumlah persoalan yang dihadapi Garuda Indoneisa, seperti yang dirangkum Okezone.

1. Laporan keuangan bermasalah, Garuda Indonesia kena denda Rp1,25 miliar

Garuda Indonesia harus membayar denda sebesar Rp1,25 miliar terkait penyajian laporan keuangan yang bermasalahah.

Sanksi diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupa pengenaan denda mencapai Rp1 miliar, karena penyajian laporan keuangan tahun 2018 yang bermasalah.

Selain itu, laporan keuangan kuartal I 2019 juga dikenakan sanksi oleh pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) berupa denda sebesar Rp250 juta. Meski demikian, persoalan ini masih berkesinambungan dengan laporan keuangan tahun 2018.

Baca Juga: Hotman Paris Jadi 'Aktor' Perdamaian Garuda vs Youtuber Rius Vernandes

Di mana piutang dari PT Mahata Aero Teknologi yang dalam laporan keuangan 2018 diakui sebagai initual recognation atau pengakuan awal, sehingga dicatatkan dalam pendapatan. Maka seharusnya pendapatan itu tercermin dalam laporan keuangan per Maret 2019.

Namun, jumlah piutang tersebut pada kuartal I 2019 tetap sama seperti pada tahun 2018, yakni senilai USD233,13 juta atau setara Rp3,2 triliun (kurs Rp14.000 per USD). Dengan demikian, memang belum ada pembayaran yang dilakukan.

2. Rangkap Jabatan Dirut Garuda

Direktur Utama Garuda Indonesia Air Askhara merangkap jabatan sebagai Komisaris Utama PT Sriwijaya Air. Hal ini yang membuatnya diperiksa oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Tak hanya Ari, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah, dan Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahtjo, juga diperiksa oleh KPPU karena rangkap jabatan sebagai Komisaris Sriwijaya Air.

Pada akhirnya ketiga direksi Garuda Indonesia tersebut, mengambil langkah mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Sriwijaya Air. Mereka secara resmi telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan mereka pada maskapai tersebut per 2 Juli 2019.

“Kami menghormati proses pemeriksaan yang saat ini tengah dilaksanakan oleh Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) serta akan patuh dan terbuka terhadap hasil rekomendasi yang disampaikan oleh KPPU,” ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan, Selasa (2/7/2019).

3. Tiket Pesawat Mahal Dinilai Kartel Garuda Indonesia dan Lion Air

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebut adanya dugaan kartel yang dilakukan Lion Air Grup dan Garuda Indonesia pada penerbangan domestik. Kartel dilakukan dengan cara menguasai pasar penerbangan secara penuh yang berimplikasi pada mahalnya harga tiket pesawat.

"Penguasaan pasar itu diawali dengan strategi rangkap jabatan direksi Garuda Indonesia terhadap Sriwijaya Air," ujar Guntur Saragih di Kantor KPPU Jakarta, Senin (1/7/2019).

Rangkap jabatan dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara yang turut menjabat Komisaris Utama Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air. Serta Direktur Utama Citilink Julaindra Noertjahjo yang juga menjabat Komisaris Sriwijaya Air.

Baca Juga: Laporan Keuangan Bermasalah, Bagaimana Kinerja Garuda?

"Garuda Indonesia bersama Grup Sriwijaya memang tengah melakukan Kerja Sama Operasional (KSO). Sebagai catatan, KSO tersebut dilakukan pada November 2018 atau sebelum adanya isu kenaikan tiket pesawat," tutur dia.

KPPU pun menilai adanya skenario kartel bersama Lion Air Group yang merupakan perusahaan swasta nasional.

"Jadi dengan dikuasainya pasar penerbangan oleh dua industri raksasa nasional itu, maka terjadi suatu tindakan kartel harga tiket pesawat. Kita juga bisa lihat di boikotnya AirAsia oleh travel agent yang semakin menguntungkan mereka," kata dia.

4. Menu Makanan Kelas Bisnis Bertuliskan Tangan

Persoalan terbaru ini dimulai dari pasangan youtuber asal Indonesia Rius Vernandes dan Elwiana Monica yang mengunggah menu makanan di kelas bisnis yang dituliskan dengan tangan pada secarik kertas. Tak ada buku menu dalam penerbangan itu, yang seharusnya buku menu menjadi hal biasa dalam penerbangan.

Unggahan itu pun viral, memicu Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) mewakili Garuda Indonesia melaporkan kedua youtuber kepada pihak kepolisian, karena dinilai telah mencemarkan nama baik perusahaan pelat merah itu.

Menariknya, pihak Garuda Indonesia juga sempat membuat larangan untuk mengabadikan gambar baik berupa foto maupun video dalam kabin pesawat ketika penerbangan, usai unggahan kedua youtuber itu viral. Namun, Garuda Indonesia akhirnya mencabut larangan tersebut.

Terkait kasus pelaporan terhadap Rius dan Elwiana juga sudah selesai secara kekeluargaan. Kedua belah pihak memutuskan untuk berdamai, dan pihak Garuda Indonesia juga mencabut laporan tersebut.

Maskapai ini juga memberikan penerbangan gratis (free flight) untuk kelas ekonomi dan first class bagi kedua youtuber tersebut. Agar keduanya bisa mengulas penerbangan bersama Garuda Indonesia.

Baca Juga: Polemik Menu Tulis Tangan, Garuda Vs Youtuber Rius Berakhir Damai

Menurut Ari Askhara, sikap ini diberikan Garuda Indonesia sebagai bukti bahwa maskapainya menerima kritik yang membangun.

"Jadi, kita minta mereka review juga semua penerbangan. Seperti di kelas ekonomi atau first class, gratis," ujarnya dalam konferensi pers di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Dirinya mengajak Rius untuk mengunjungi ke fasilitas-fasilitas milik Garuda seperti Garuda Maintenance Facility (GMF), catering, Garuda Indonesia Training Center (GITC), dan cabin crew. "Untuk Rius dan pasangan, atas nama saya pribadi selaku CEO Garuda Indonesia, saya undang dia kunjungi semua fasilitas kami," imbuh dia.

Ari menambahkan, pihaknya juga menerima semua vlogger dan Youtuber untuk mengunjungi fasilitas dan penerbangan Garuda Indonesia agar bisa mengulasnya di konten masing-masing. "Kami terima kritikan, kami banyak kekurangan butuh masukan semua pihak yang membangun," katanya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya