Suku Bunga BI Turun, Bos BCA: Kredit Tidak Harus Digenjot

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Rabu 24 Juli 2019 21:24 WIB
Grafik Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja menilai, meski suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) turun, bukan berarti penyaluran kredit bisa digenjot. Sehingga penurunan suku bunga tidak serta merta bisa menaikkan performa kredit perbankan.

"Enggak bisa suku bunga turun, terus penyaluran kredit naik. Enggak begitu rumusnya. Bunga turun, yes, kita akan ikut turun kalau cost of fund-nya kita bisa kita turunkan. Karena itu akan perform lebih baik,” ujar Jahja dalam konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Jahja menjelaskan, performa kredit berbeda dengan deposito. Jika bunga deposito mengalami kenaikan, yang kemudian direspons banyak nasabah menginginkan membuka deposito, maka bank tak bisa menolak permintaan tersebut.

Baca Juga: Kata Bos BCA Soal Gagal Bayar Duniatex

Namun berbeda halnya ketika suku bunga kredit mengalami penurunan. Jika pada akhirnya banyak nasabah yang datang mengajukan kredit, bukan berarti bank akan menerima. Bank bisa saja menolak permintaan tersebut dengan berbagai penilaiannya.

“Misalnya, bila ada nasabah datang minta kredit Rp100 miliar tambahan, BCA bisa bilang enggak dong. Enggak harus kita menggelontorkan kredit. Enggak menggenjot kredit sesuai permintaan. Itu bedanya,” jelas Jahja.

Baca Juga: Duniatex Terancam Gagal Bayar, OJK Pelototi Risiko Kredit Macet Bank

Oleh sebab itu, dia menekankan, credit assessment merupakan tahapan penting dalam pengajuan kredit. Sebab, keputuhan akhir tetap akan ada di pihak perbankan.

"Tetap saja final descision di bank. Kan enggak semua KPR bisa disetujui, tetap perlu lihat lokasi, ada surat gaji apa enggak. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum kita oke. Jadi bunga turun, tapi enggak serta merta genjot kredit,” ungkapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya