Rencananya, produksi perdana Tiguan AllSpace akan dilakukan bulan depan. Diharapkan momentum tersebut menjadi kebangkitan VW di Indonesia, sehingga nantinya bisa di laku kan kegiatan produksi secara penuh dan tidak hanya merakit.
Volkswagen Tiguan AllSpace menggunakan plat form MQB (Mo dular Transverse Matrix), dengan dimensi yang lebih besar, plus jarak sumbu roda 77 mm lebih panjang dibandingkan generasi sebelumnya. Selain itu, Tiguan AllSpace memiliki kabin yang lebih luas, dan memiliki kepraktisan istimewa yakni baris kedua dan ketiga jika di lipat me miliki desain yang sama datar.
“Kedepan, tentunya kami sedang melihat peluang untuk model lain di produksi di Indonesia,” tegas Jonas.
Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus merespons positif rencana Hyundai membuat pabrik di Indonesia. Namun, dia berharap untuk memaksimalkan keuntungan yang diterima Indonesia, Hyundai juga melakukan kerja sama dengan produk lokal.
“Supaya berdampak yang lebih optimal terhadap penciptaan lapangan pekerjaan, optimalisasi nilai tambah, penerimaan negara,” jelasnya.
Terkait insentif fiskal, menurut dia memang perlu diberi kan bagi investor. Namun, hal itu perlu dihitung kembali apa kah insentif fiskal ini memiliki banyak manfaat untuk pemasukan negara.
Dia menekankan insentif fiskal yang diberikan ha rus benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan yang bisa meningkatkan efisiesi. Sementara itu, SVP Chief Economist BNI Kiryanto menilai rencana Hyundai menggelontorkan dana ke Indonesia untuk membuat pabrik sebagai kabar baik.
Menurut dia, hal tersebut mencerminkan prospek investasi yang baik sehingga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi pembentukan modal tetap bruto. “Hal ini juga bisa me narik minat investor lainnya untuk masuk ke Indonesia,” ujar dia di Jakarta kemarin.
Kehadiran modal asing juga memilik dampak pengganda yang bagus karena membuka lapangan kerja, menekan jumlah pengangguran, dan mendorong tingkat konsumsi masyarakat. “Permintaan kredit pun bisa terdorong naik,” ungkapnya.(Koran Sindo)
(Fakhri Rezy)