Sementara itu, CEO HIP Budi Gunadi Sadikin, mengatakan kerjasama ini adalah salah satu program sinergi dalam penyaluran valas dari anggota HIP yang memiliki kelebihan likuiditas valas kepada anggota HIP lainnya yang membutuhkan dengan difasilitasi oleh ketiga bank tersebut.
“Selain itu diharapkan dengan adanya kerjasama ini dapat turut serta membantu stabilitas nilai tukar,” ujarnya
HIP, di luar PTFI, adalah BUMN dengan nilai ekspor terbesar tahun lalu. HIP mengekspor aluminium, bauksit, nikel, ferronikel, emas, batubara dan timah senilai lebih dari USD2.5 miliar (Rp35 triliun).
Dengan nilai ekspor sebesar itu ketiga bank BUMN tersebut telah sepakat untuk membantu HIP dalam memberikan dukungan dan fasilitas perbankan berupa trade services dan atau trade financing yang memadai dengan tarif yang kompetitif.
(Feby Novalius)