JAKARTA - Perlu mensinergikan peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital dan proteksi terhadap kepentingan dalam negeri akan mendorong ekonomi Indonesia jauh lebih baik lagi ke depan.
Hal itu disampaikan Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo di hadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan lebih dari 1.400 manager MNC Group dalam Manager Forum XLI bertema Indonesia _Economy in the Next 5 Years & Corporate Business Update_ di iNews Center, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
Baca juga: Di Depan Hary Tanoe, Sri Mulyani Buka-bukaan soal Ekonomi RI
Hary memaparkan pembangunan dan peningkatan kualitas SDM yang tengah digaungkan pemerintah merupakan langkah yang tepat. Sebab, kualitas SDM sangat berkaitan dengan produktivitas dan daya saing nasional. "Economic plan ke depan cukup bagus, karena fokusnya di SDM. SDM penting sekali, membuat masyarakat produktif," ungkapnya.
Pembangunan infrastruktur yang terus digenjot pun dirasanya sangat penting, karena membuat berbagai aktivitas menjadi lebih efisien. Hanya saja, ada satu hal yang dinilainya perlu mendapat perhatian pemerintah. "Jangan lupa juga infrastruktur digital, karena sekarang ini sudah zaman digital," tutur Hary.
Baca juga: Hary Tanoe: Pemerintah Perlu Bentuk Venture Capital Lokal untuk Suntik Startup Indonesia
Tak kalah penting, lanjut Hary, meningkatkan proteksi terhadap kepentingan ekonomi dalam negeri. "Kalau semuanya dipadukan dengan tepat, saya rasa ekonomi kita akan jauh lebih baik lagi," tutur pengusaha yang memimpin lebih dari 100 perusahaan di bawah naungan MNC Group tersebut.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki dan kebijakan yang mendukung tersebut, ekonomi Indonesia diyakini Hary akan terus tumbuh meski kondisi ekonomi global mengalami ketidakstabilan.
"Dalam perspektif saya, Indonesia lebih bagus dari negara lain, karena fundamental kita paling beda secara dasarnya dan lebih kuat. Kita punya sumber daya besar, ekonomi kita juga besar. Kita masuk 15 atau 16 besar ekonomi dunia," kata pria yang dua periode berturut-turut dipercaya memimpin Federasi Futsal Indonesia itu.