Herannya, hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang. Hal ini semakin menegaskan jika pergantian Direksi ini penuh dengan unsur politik dan cenderung tak profesional.
“Dilakukan terus secara berulang karena memang tidak melanggar aturan. walaupun dirasakan sewenang-wenang, sekali lagi karena kurang transparan. Masalah utamanya bukan melanggar aturan, tapi dilihat bernuansa tidak profesional dan sangat politis,” jelasnya.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Bank BTN menunjuk Suprajarto sebagai Direktur Utama Bank BTN mengganti Maryono. Namun beberapa jam setelah itu, Suprajarto menolak untuk mengisi jabatan Dirut Bank BTN.
Beberapa jam setelah itu, Suprajarto mengundurkan diri dari jabatan Dirut Bank BTN dan Bank BRI. Suprajarto beralasan jika penunjukannya sebagai Bos BTN dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuannya.
(Feby Novalius)