JAKARTA - Sejumlah negara penghasil minyak utama akan mempertimbangkan pengurangan produksi lagi dalam pertemuan minggu ini, tapi para analis tidak yakin langkah itu akan bisa menaikkan harga minyak mentah yang terganggu oleh perang dagang Amerika-China.
Kelompok negara pengekspor minyak OPEC dan penghasil minyak non-OPEC berusaha menghentikan kemerosotan harga minyak, walaupun telah diadakan pengurangan produksi dan terhentinya pasokan minyak Iran dan Venezuela karena sanksi-sanksi yang dilancarkan Amerika.
Baca juga: Pernyataan The Fed Buat Harga Minyak Dunia Naik
Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Senin (9/9/2019), para analis, OPEC dan komite pemantau tingkat menteri yang akan bersidang hari Kamis (12/9/2019) di Abu Dhabi tidak punya banyak pilihan.
Menteri Energi Emirat Persatuan Arab Suheil al-Mazrouei mengatakan hari Minggu 8 September 2019, OPEC akan melakukan apapun yang perlu untuk menstabilkan harga minyak. Akan tetapi mengakui isu itu tidak sepenuhnya tergantung pada OPEC sendiri.
Baca juga: Stok AS Anjlok, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
Mazrouei mengatakan, walaupun sidang hari Kamis itu akan mempertimbangkan pengurangan produksi lebih lanjut, itu bukan cara terbaik untuk menopang harga minyak yang terus turun.
Tapi ia mengatakan, “Saya tidak mengusulkan supaya kita langsung memangkas produksi tiap kali terjadi ketegangan perdagangan.”
Kata para analis, pengurangan produksi bisa membantu mempertahankan harga minyak, tapi itu juga berarti para produsen akan kehilangan pangsa pasar.