JAKARTA - Saham perusahaan rokok yang berstatus terbuka alias Tbk mengalami koreksi yang cukup mendalam. Saham perusahaan rokok banyak dilepas para investor di lantai bursa.
Terdapat empat saham rokok yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tiga di antaranya terpantau terjatuh dan masuk jalur merah. Sementara satu saham perusahaan rokok berhasil bertahan di jalur hijau.
Baca Juga: BPS: Cukai Rokok Naik 23% Kerek Inflasi
Berdasarkan pantauan Okezone, Senin (16/9/2019) rentang pukul 14.15 – 14.29 WIB, berikut tiga saham perusahaan rokok yang terjatuh.
1. PT Wismilak Group Tbk (WIIS)
Terkoreksi 5,29% atau 11 poin ke posisi Rp197 per lembar saham. Pagi ini saham tersebut dibuka di posisi Rp204, dengan lompatan tertinggi di posisi Rp206 per lembar saham. Sementara posisi terendah di posisi Rp185 per lembar saham
Baca Juga: Cukai Naik 23%, Taruhannya Inflasi dan Marak Rokok Ilegal
2. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)
Terkoreksi 18,93% atau Rp530 ke posisi Rp2.270. Saham HMSP dibuka di posisi Rp2.380 per saham dan titik terendah di posisi Rp2.190 per saham.
3. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
Terkoreksi 19,88% atau Rp13.675 per saham ke posisi Rp55.125 per lembar saham. Saham bluechips itu dibuka di posisi Rp59.050 per saham dengan titik terendah di posisi Rp54.000 per saham.
Sementara satu-satunya saham perusahaan rokok yang berhasil di jalur hijau adalah:
4. PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA)
Saham tersebut berada di posisi Rp350 atau menguat Rp10 setara dengan 2,94%. Pagi tadi dibuka di posisi Rp340 per saham dengan range perdagangan di posisi Rp340-Rp360 per lembar saham.
Seperti diberitakan Okezone sebelumnya, Kementerian Keuangan menaikkan cukai rokok. Kenaikan tersebut akan berlaku di 1 Januari 2020. Juga kenaikan harga jual eceran menjadi 35%.
Aturan tersebut termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu).
"Kita akan memulai persiapannya sehingga nanti pemesanan pita cukai baru bisa dilakukan dalam masa transisi," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani.
(Dani Jumadil Akhir)