JAKARTA - PT Telefast Indonesia Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), pada perdagangan Selasa (17/9/2019). Emiten berkode saham TFAS tersebut menjadi perusahaan ke-35 yang tercatat di tahun 2019.
Anak usaha dari PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) tersebut melepas 416.666.500 Iembar saham, atau setara 25% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Baca Juga: Emiten ke-35, Telefash Indonesia Melantai di Bursa Efek Pagi Ini
Harga yang ditawarkan sebesar Rp180 per saham, dengan demikian perusahaan bakal meraup dana segar dari IPO sebesar Rp74,99 miliar.
Dalam aksi koorporasi ini, perseroan menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi saham (underwriter).
Saat pembukaan perdagangan, saham TFAS dibuka naik 50% atau 30 poin dari harga IPO menjadi Rp270 per saham. Saham TFAS tercatat ditransaksikan 60 kali dengan volume transaksi 20.825 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp611 juta.
Baca Juga: IPO, Itama Ranoraya Patok Harga Saham Rp50
Direktur Utama Telefast Indonesia Jody Hedrian menyatakan, rencananya dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk modal kerja sebesar 70%, belanja modal sebesar 25%, dan sisanya sebesar 5% akan diarahkan untuk investasi dalam sumber daya manusia.
Telefast Indonesia merupakan startup penyedia layanan aplikasi untuk pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara digital dan terintegrasi.