JAKARTA - Serangan drone pada akhir pekan terhadap dua fasilitas utama minyak Arab Saudi memicu kenaikan harga si emas hitam di pasar global. Kenaikan tersebut diakibatkan oleh investor yang ingin memanfaatkan pasokan pengetatan yang diharapkan dalam beberapa minggu mendatang.
Harga minyak mentah melonjak sebanyak 20% setelah serangan tersebut. Arab Saudi bertanggung jawab atas hampir 6% dari total produksi minyak dunia, dan fasilitas yang rusak berpotensi mengganggu produksi selama beberapa minggu.
Baca juga: Penjualan Ritel AS Tak Mampu Hijaukan S&P 500
Beberapa perusahaan diperkirakan akan diuntungkan dari kenaikan harga yang terjadi. Jika harga minyak melonjak USD5 per barel, aliran kas per sahamnya pada 11 perusahan ini ditaksir akan naik paling tinggi.
Berikut ini 11 perusahaan yang sahamnya naik tinggi akibat kenaikan harga minyak global, seperti dikutip dari Business Insider, Selasa (17/9/2019).
11. EOG Resources
Ticker: EOG
YTD Return: (-2.62%)
Ranking: 11
Source: Credit Suisse, Markets Insider
Baca juga: Penjualan Ritel AS yang Kuat Buat Wall Street Dibuka Varian
10. Continental Resources
Ticker: CLR
YTD Return: (-11%)
Ranking: 10
Source: Credit Suisse, Markets Insider
9. Parsley Energy
Ticker: PE
YTD Return: 25.25%
Ranking: 9
Source: Credit Suisse, Markets Insider
Baca juga: Wall Street Menguat dengan Indeks S&P Capai Penutupan Tertinggi
8. Synergy Resources
Ticker: SRCI
YTD Return: 15.44%
Ranking: 8
Source: Credit Suisse, Markets Insider
7. Range Resources
Ticker: RRC
YTD Return: (-48.67%)
Ranking: 7
Source: Credit Suisse, Markets Insider