JAKARTA – Pasca-mengundurkan diri dari Apple Group, CEO Disney Bob Iger angkat bicara. Pria yang sebelumnya bergabung dengan Apple sebulan setelah Steve Jobs meninggal pada 2011 ini mengatakan bahwa dirinya meninggalkan Apple karena jalur mereka yang saling bertentangan.
Bob Iger mengatakan bahwa dia meninggalkan Apple karena perusahaan semakin terlibat konflik ketika Apple menciptakan acara televisi dan film untuk layanan video streaming.
Baca Juga: Bob Iger Jadikan Disney Raja Media Dunia
"Bisnis ini masih relatif kecil untuk Apple, tetapi bermakna bagi Disney, dan itu tidak benar," kata Iger dilansir dari CNBC, Rabu (25/9/2019).
Dia menambahkan, alasan dirinya keluar bermula ketika mereka semakin banyak dalam menciptakan acara televisi dan film, menjadi lebih jelas terlihat bahwa jalan mereka bertentangan. Iger dalam sebuah wawancara juga menambahkan bahwa ia hanya berpikir itu hal yang benar untuk dilakukan.
Baca Juga: Disney Akuisisi Fox Rp1.000 Triliun, Apa Untungnya?
Iger mengundurkan diri dari dewan direksi Apple pada 10 September, hari dimana Apple mengumumkan harga dan tanggal rilis untuk layanan streamingnya. Apple berencana untuk meluncurkan Apple TV+ pada 1 November mendatang. Layanan streaming ini menampilkan acara TV dan konten video buatan Apple yang akan berjalan di iPhone, iPad, dan produk Apple lainnya.
Layanan ini diperkirakan akan memakan biaya USD4,99 per bulan, tetapi akan gratis selama satu tahun dengan produk Apple baru. Sementara itu, layanan streaming Disney sendiri, Disney +, akan dirilis pada 12 November dengan harga USD6,99 per bulan.