Dia menyatakan, Bandara Radin Inten II akan bersinergi dengan bandara-bandara lain di bawah pengelolaan AP II yang saat ini total berjumlah 17 bandara. Selain itu, juga akan dilakukan pengembangan fasilitas bandara oleh AP II dengan dengan nilai investasi Rp500 miliar untuk 30 tahun.
“AP II akan membangun sistem yang menyinergikan seluruh bandara, termasuk yang dikelola melalui skema KSP Barang Milik Negara, agar dapat mendukung satu sama lain dalam suatu jaringan penerbangan," katanya.
Sekedar diketahui, Bandara Radin Inten II memiliki terminal seluas 9.650 meter persegi dengan berkapasitas sekitar 3 juta penumpang per tahun. Bandara ini juga dilengkapi dengan runway 3.000 x 45 meter serta apron berukuran 565 x 110 meter untuk 12 parking stand pesawat.
Adapun sepanjang tahun lalu jumlah penumpang di Radin Inten II mencapai 1,99 juta penumpang dengan pergerakan pesawat 16.058 pergerakan.
Baca Juga: Bandara Internasional Minangkabau Bisa Tampung 5,7 Juta Penumpang di 2019
(Rani Hardjanti)