"Lemahnya pertumbuhan ekonomi global didorong penurunan tajam dari aktivitas manufaktur dan pergadangan global akibat eskalasi perang dagang," ujar Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath dalam keterangan tertulis, Rabu (16/10/2019).
Dalam laporan tersebut, IMF juga memproyeksikan Indeks harga konsumen (CPI) tetap 3,2% di tahun ini. Di mana transaksi berjalan diperkirakan defisit sebesar 2,9% terhadap PDB.
Sementara itu, untuk sepanjang 2020 diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan menyentuh 5,1%. Tingkat CPI sebesar 3,2% dan defisit transaksi berjalan diperkirakan 2,7% terhadap PDB.
Secara global, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang mencapai 3,9% pada tahun 2019, melambat dari pertumbuhan di 2018 yang sebesar 4,5%. Terpengaruh ketidakpastian perdagangan global dan kebijakan domestik negara-negara tersebut, seiring juga dengan pelemahan ekonomi di China.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang diperkirakan bakal mengalami pemulihan di tahun 2020 menjadi 4,6%. Lantaran bakal terjadi pemulihan di Brasil, India, Meksiko, Rusia, dan Arab Saudi yang pada 2018 dan 2019 mengalami perlambatan ekonomi cukup dalam.
(Fakhri Rezy)