JAKARTA - Pembuat mobil listrik, Tesla mencatatkan keuntungan sebesar USD342 juta pada kuartal tiga tahun ini. Di mana dua kuartal sebelumnya mengalami kerugian beruntun.
Pada akhir perdagangan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, pendapatan kuartal ketiga tersebut membuat harga sahamnya menjadi sebesar USD1,86 per saham. Saham Tesla melonjak hampir 24% dalam seminggu hingga 31 Oktober.
Baca Juga: TikTok Sukses, Zhang Yiming Kini Jadi Miliarder Pemilik Rp226,8 Triliun
Peningkatan ini pun membuat kekayaan bersih Elon Musk meningkat dari USD2 miliar atau setara Rp27,95 triliun (kurs Rp13.975) menjadi USD22,9 miliar. Miliarder berusia 48 tahun, saat ini menjadi orang terkaya ke-21 di Amerika, naik dua peringkat sejak daftar Forbes 400 List diterbitkan pada awal Oktober.
Musk memiliki hampir 22% saham Tesla, dan menjadi penyumpang setengah dari kekayaannya. Dia juga memiliki sekitar USD12,5 miliar saham SpaceX, perusahaan dirgantara pribadinya yang dikenal dengan roket yang dapat digunakan kembali.
Baca Juga: Fakta Tentang Orang Kaya yang Jarang Diketahui
Dalam kuartal ketiga earnings call, Musk melihat Tesla bergerak lebih cepat dari jadwal yang sudah ditentukan pada persiapan Model Y, saat musim panas 2020 nanti. Dia juga memuji fitur Smart Summon yang baru, memungkinkan alat tersebut melakukan navigasi sendiri sekitar tempat parkir dan jalan masuk ketika pengguna menetapkan tujuan dalam jarak 200 kaki pada aplikasinya.