LinkAja Raih Injeksi Dana Lagi dari 8 BUMN

Giri Hartomo, Jurnalis
Rabu 13 November 2019 20:34 WIB
Kementerian BUMN. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - LinkAja Akan segera mendapatkan suntikan dana dari beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tak tanggung-tanggung ada sekitar 8 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ya v akan menyuntikkan modalnya ke LinkAja.

Direktur Utama LinkAja Danu Wicaksana mengatakan, tambahan dana ini ditargetkan akan terealisasi paling lambat akhir tahun 2019. Namun dirinya tidak menyebutkan berapa nominal yang akan disuntikkan oleh delapan perusahaan BUMN tersebut.

Baca Juga: 8 BUMN Minat Beli Saham LinkAja

"Injeksi modal akhir tahun ini. (Jumlahnya) adalah, lebih dari seribu rupiah. Kurang lebih satu atau dua bulan kita akan mendapat suntikan dari tujuh sampai delapan BUMN tambahan," ujarnya, Rabu (13/11/2019).

Dirinya menyebutkan beberapa perusahaan BUMN yang cukup terkenal yang siap menyuntikkan dananya seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga Jasa Marga (Persero). Saat ditanya apakah nantinya akan mengubah status kepemilikan Danu tidak menjawabnya.

Hingga saat ini LinkAja masih dimiliki oleh tujuh BUMN. Ketujuh perusahaan BUMN tersebut yakni Telkom Group, Bank Mandiri, BRI, BNI, PT Pertamina (Persero) Tbk, Jiwasraya, dan Dana Reksa

"Kurang lebih satu atau dua bulan, kita akan mendapat suntikan dari tujuh sampai delapan BUMN tambahan. Termasuk kereta api, Jasa Marga, dan beberapa BUMN yang lain," jelasnnya.

Selain itu lanjut Danu, LinkAja juga menjajaki kerjasama dengan beberapa perusahaan lainnya seperti PT Finnet dan juga BPJS Ketenagakerjaan. Kerjasama ini meliputi pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dengan menggunakan platform LinkAja.

"Ketika kita mendengar ada potensi kerja sama dengan PT Finnet bagian dari Telkom Group, juga BPJamsostek, dan BTN kita sangat menyambut baik," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan dengan kerja sama itu peserta dapat melakukan pembayaran iuran menggunakan LinkAja. Apalagi ada tiga program pembayaran seperti Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Baca Juga: Ada LinkAja Syariah, Apa Bedanya dengan Konvensional?

Krishna berharap kemudahan pembayaran tagihan dapat menjadi insentif adopsi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah kebiasaan pembayaran tunai menjadi nontunai. Apalagi nantinya akan dibuat promo-promo menarik untuk menarik minat masyarakat.

“Saya rasa bisa menjadi insentif tersendiri bagi peserta agar dapat beralih menjadi cash-less Society di tengah perkembangan teknologi yang berkembang," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Finnet Indonesia Paulus Djatmiko percaya layanan yang ditawarkan LinkAja ini mampu memberikan kemudahan bagi nasabah BPJAMSOSTEK. Pihaknya mengakui masih banyak pekerja BPU yang tidak membayar iuran BPJAMSOSTEK karena ketidaktahuan cara membayar.

"Dengan menggunakan LinkAja, cara pembayaran iuran jadi mudah, cukup dari handphone saja para pekerja tersebut telah tercover. Kerja sama ini mampu memberikan dampak positif kepada pekerja dan juga perekonomian Indonesia," kata dia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya