Selain itu lanjut Danu, LinkAja juga menjajaki kerjasama dengan beberapa perusahaan lainnya seperti PT Finnet dan juga BPJS Ketenagakerjaan. Kerjasama ini meliputi pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dengan menggunakan platform LinkAja.
"Ketika kita mendengar ada potensi kerja sama dengan PT Finnet bagian dari Telkom Group, juga BPJamsostek, dan BTN kita sangat menyambut baik," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan dengan kerja sama itu peserta dapat melakukan pembayaran iuran menggunakan LinkAja. Apalagi ada tiga program pembayaran seperti Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Baca Juga: Ada LinkAja Syariah, Apa Bedanya dengan Konvensional?
Krishna berharap kemudahan pembayaran tagihan dapat menjadi insentif adopsi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah kebiasaan pembayaran tunai menjadi nontunai. Apalagi nantinya akan dibuat promo-promo menarik untuk menarik minat masyarakat.
“Saya rasa bisa menjadi insentif tersendiri bagi peserta agar dapat beralih menjadi cash-less Society di tengah perkembangan teknologi yang berkembang," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Finnet Indonesia Paulus Djatmiko percaya layanan yang ditawarkan LinkAja ini mampu memberikan kemudahan bagi nasabah BPJAMSOSTEK. Pihaknya mengakui masih banyak pekerja BPU yang tidak membayar iuran BPJAMSOSTEK karena ketidaktahuan cara membayar.
"Dengan menggunakan LinkAja, cara pembayaran iuran jadi mudah, cukup dari handphone saja para pekerja tersebut telah tercover. Kerja sama ini mampu memberikan dampak positif kepada pekerja dan juga perekonomian Indonesia," kata dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)