Investasi Jadi Salah Satu Pendongkrak Perekonomian, Tapi Kok Tantangannya Banyak?

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis
Rabu 20 November 2019 19:11 WIB
Tom Lembong (Setkab)
Share :

JAKARTA - Indonesia terus berusaha untuk melepas diri mereka dari status negara dengan pendapatan menengah. Bahkan, Indonesia juga berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 7% dari 5% agar mencapai total nilai perdagangan sebesar USD7 triliun.

Untuk mencapai itu, Indonesia berupaya untuk menggencarkan usaha mereka di sektor ekspor dan investasi. Namun, tidak semudah itu, pasalnya khusus investasi memiliki tantangan sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Mantan Menteri Perdagangan Thomas Lembong hari ini.

 Baca juga: Terima Parlemen Singapura, Jokowi Ingin Perkuat Kerjasama Investasi hingga Digital

"Tentunya seperti kita ketahui, tantangannya adalah eksekusi dan implementasi. Jadi, kita sudah sering bicara bahwa kita semua tahu apa yang harus kita lakukan," ujar Thomas di JW Marriott Hotel, Rabu (20/11/2019).

 

"Tentu itu membutuhkan political wheel dan disitu Saya optimis karena koalisi menguasai 74% kursi di DPR. Namanya political wheel bisa kita perdalam untuk mendorong reformasi-reformasi yang ujungnya adalah implementasi dan eksekusi," lanjutnya.

 Baca juga: Pengusaha Jepang Bakal Investasi Rp40 Triliun di Indonesia

Tidak hanya itu, Thomas juga menyinggung soal perlambatan ekonomi global yang drastis. Meski demikian, pria yang akrab dipanggil Tom ini mengaku sudah melihat tanda-tanda recovery.

"Tahun ini yang terjadi adalah perlambatan ekonomi global yang cukup drastis. Tapi Saya pribadi melihat sudah mulai terlihat tanda-tanda recovery," sebut Thomas alias Tom.

 Baca juga: Kepala BKPM: Investasi yang Masuk Harus Jadi Berkah untuk Pengusaha Lokal

Meski demikian, Tom memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi global akan rebound pada tahun depan. Dengan demikian, ini adalah momentum yang harus dimanfaatkan untuk investasi dan ekspor.

"Jadi prediksi Saya setelah perlambatan drastis tahun 2019, tahun depan akan rebound. Pertumbuhan ekonomi global yang dipimpin oleh pertumbuhan ekonomi di Amerika akan kembali sehat dan kembali naik. Tentu ini adalah momentum positif untuk kita dorong investasi dan ekspor di 2020," prediksinya.

Selain itu, menurut Tom iklim investasi sangat berkaitan erat dengan pejabat. Hal ini tak lepas dari peran pejabat yang memiliki kuasa untuk menerbitkan regulasi, menginterpretasikan investasi, serta mengimplementasikannya di lapangan.

"Iklim investasi dan usaha sangat dipengaruhi oleh pejabat. Regulasi diterbitkan oleh pejabat, diinterpretasikan oleh pejabat, diimplementasikan di lapangan oleh pejabat. Jadi kalau kita mau iklim usaha yang kondusif maka kita harus bangun birokrasi yang kondusif. Jadi buat Saya yang sangat penting adalah reformasi birokrasi. Nantinya insentif-insentif pola kerja birokrasi harus lebih efisien," tandasnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya