"Jadi ini memberikan berikan sinyal kepada investor bahwa tidak hanya disambut, tetapi juga diberikan insentif agar uang, teknologi dan pengetahuan yang dibawa, akan benar-benar menciptakan kegiatan produktif di Indonesia," katanya.
Sri Mulyani juga menambahkan, pada pemerintah kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi), juga akan dilakukan eliminasi pada beberapa industri dari daftar negatif investasi. Hal ini menunjukkan Indonesia akan lebih terbuka untuk investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan.
"Jadi ketika datang bernvestasi, bisa dapatkan insentif lebih lanjut. Diantaranya ada tax allowance, tax holiday dan super deduction tax untuk penelitian dan pengembangan untuk vokasi dan kejuruan, juga untuk proyek padat karya," tutup Sri Mulyani.
(Fakhri Rezy)