"Kalau subsidi kan terlalu jauh (lokasi perumahannya), ini lebih mendekati perkotaan, dan pasti highrise (vertikal) kalau begini karena memang persoalannya lahan yang makin terbatas," jelasnya.
Baca Juga: Bisnis Properti Diyakini Rebound Pasca-Pilpres
Lebih lanjut, Nixon menjelaskan, melalui kerja sama dengan Jepang tersebut diharapkan bisa mendapatkan pendanaan murah dan dalam bentuk Rupiah. Tenor pinjamannya pun cukup panjang yakni mencapai 25-35 tahun.
Meski demikian, dia enggan membeberkan institusi yang bakal memberikan pendanaan tersebut. Nixon hanya memastikan institusi itu juga menjadi pemodal dalam memberi pendanaan di proyek MRT Jakarta.
"Mudah-mudahan ini bisa jadi kenyataan karena baru penjajakan," kata dia. (kmj)
(Rani Hardjanti)