"Jadi, persetujuan utama akan diberikan dari Kementerian Perhubungan. Apabila Kementerian BUMN kan memberikan alternatif. Nanti saya mmberikan pendapat secara teknis," kata dia.
Sementara itu, Dia menilai, Direktur Utama Garuda Indonesia itu, tak perlu menguji kelayakannya. Sebab, jabatan tersebut diangkat secara politis oleh Kementerian BUMN.
"Tapi, saya tetap memberikan penilaian tentang visi dan misi si calon. Garuda Indonesia tercatat bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Januari 2020," pungkas dia.
Berikut susunan pejabat sementara Garuda Indonesia saat ini:
Fuad Rizal sebagai Plt Direktur Utama
Pikri Ilham Kurniansyah sebagai Direktur Niaga