Menurut Bahlil, untuk tahun depan dirinya menargetkan investasi bisa tembus Rp886 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sekitar Rp96 triliun dari target tahun ini.
Untuk mencapai target tersebut, dirinya akan melakukan identifikasi permasalahan-permasalahan yang selama ini menghambat investasi. Identifikasi ini satu persatu kasus akan dibedah.
Sebab menurutnya, permasalahan investasi ini tidak hanya satu dua kasus saja. Ada banyak penghambat investasi yang memiliki kasus berbeda-beda dan kedepannya akan segera diselesaikan.
"Ada kasusnya di Kementerian atau Lembaga ada kasusnya di Gubernur dan Bupati ada kasusnya di tanah. Ataupun ada tumpang tindih konsesi," jelasnya.
(Fakhri Rezy)