Sederet Fakta Pengembangan Bandara Komodo, Digarap Cardig-Changi Airports

Irene, Jurnalis
Jum'at 27 Desember 2019 13:06 WIB
Bandara Komodo. (Foto: Okezone.com/Feby)
Share :

JAKARTA - Pemerintah tengah mengembangkan 5 Bali Baru, salah satunya Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Labuan Bajo dirancang sebagai wisata premium atau untuk turis berkantong tebal.

Untuk mendukung rencana ini, pemerintah mengembangkan pembangunan Bandara Komodo menjadi bandara bertaraf internasional.

Berikut fakta-fakta menarik soal proyek Bandara Komodo yang dirangkum Okezone dari Setkab, Jumat (27/12/2019):

1. Kapasitas Bandara

Pemerintah menargetkan untuk meningkatkan jumlah penumpang di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai dengan 4.000.000 penumpang per tahun.

Baca Juga: Konsorsium Pengelola Bandara Komodo Investasi Rp1,2 Triliun

2. 3.500 ton Kargo

Tidak hanya itu, pemerintah juga menargetkan kargo sebesar 3.500 ton pada 2044 sehingga meningkatkan konektivitas nasional maupun internasional.

3. Changi Airports

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah resmi menetapkan Konsorsium Cardig Aero Service (CAS) yang anggotanya di antaranya perusahaan pengelola Bandara Changi Singapura, yaitu Changi Airports International Pte Ltd. (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd menjadi pemenang lelang Proyek Pengembangan Bandara Komodo dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Dari hasil lelang, kami telah menetapkan Konsorsium CAS sebagai badan usaha pemenang proyek Pengembangan Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo. Konsorsium CAS beranggotakan PT. Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd. (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada Konferensi Pers bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (26/12).

Baca Juga: 3 Konsorsium Berebut Proyek KPBU Bandara Komodo, Siapa yang Menang?

4. Proses Seleksi Ketat Konsorsium CAS

Menurut Menhub mengatakan, terpilihnya Konsorsium CAS menjadi pemenang proyek telah melalui proses seleksi ketat dari tim ahli diantaranya: Prof Wihana, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Ellen Tangkudung, Ketua YLKI Tulus Abadi, Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman, Tommy Soetomo, Sesditjen Perhubungan Udara Nur Isnis, dan lain-lain.

“Pemenang lelang tentunya yang memiliki kompetensi yang baik dan berpengalaman dalam membangun dan mengelola Bandara. Sehingga diharapkan kinerja dan pelayanan di Bandara Labuan Bajo semakin meningkat,” tegas Menhub.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya