5. Diapresiasi Konsultan Jepang
"Jadi supervisor proyek ini juga konsultan Jepang yang tadinya ragu. Lalu menyetujui dan memberikan apresiasi. Maka itu ini suatu inovasi putri dari bangsa Indonesia. Dan ini kebanggaan Indonesia," ujar Bambang Brodjonegoro di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (6/1/2020).
6. Desain Arvila Buat Bambang Brodjonegoro Kagum
Bambang kagum dengan Dina yang memiliki inovasi membangun jembatan LRT yang berada di Kuningan. Desain tersebut merupakan inovasi cemerlang. Pasalnya untuk membangun jalur LRT melayang di perempatan itu sangat sulit dengan banyaknya konstruksi di bawahnya.
"Kita ketahui, di situ ada struktur line. Lalu ada jalan tol, ada juga jalan non tol, perempatan yang sangat sibuk. Dengan kerumitan struktur seperti itu ternyata Bu Dina menemukan caranya," katanya.
7. Catat 2 Rekor MURI
Jembatan lengkung bentang panjang LRT ini mencatatkan dua rekor sekaligus dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Pertama adalah rekor jembatan kereta box beton lengkung dengan bentang terpanjang dan radius terkecil di Indonesia.
Kedua, mencatatkan rekor lainnya dengan pengujian axial statistic loading test pada pondasi border pile dengan beban terbesar di Indonesia.
8. Menko Luhut Tunjukkan Kekagumannya Pada Jembatan Lengkung LRT
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan pun merasa kagum akan jembatan Lengkung LRT tersebut. "Sampai hari ini setiap kali saya melintas perempatan Jalan Gatot Soebroto dan Jalan HR Rasuna Said yang tidak pernah tidak macet, saya selalu mendongakkan kepala ke arah jembatan lengkung LRT Jabodetabek yang sudah bersambung." tulis Luhut dalam postingan Facebooknya.
"Dan setiap kali pula muncul rasa bangga yang tidak habis-habisnya. Ya, siapa yang tidak bangga karena inilah jembatan panjang tanpa tiang (longspan) melengkung yang paling panjang di dunia, 148 meter." tambahnya.
(Feby Novalius)