JAKARTA – Masyarakat sempat dihebohkan dengan robohnya gedung bertingkat di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. Peristiwa robohnya gedung tersebut terjadi sekira pukul 09.20 WIB, Senin 6 Januari 2020.
"#InfoRescue Senin (06/01/2020). Terima berita 09.20. Unit tiba 09.30. Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat," tulis Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta lewat akun twitternya, @humasjakfire.
Berikut sejumlah fakta terkait tentang robohnya gedung di Slipi seperti yang dirangkum Okezone, Minggu (12/1/2020):
1. Korban mencapai 11 orang
Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI Budi Purnama mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gedung roboh di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020). Dia menyebut, pihaknya menyelamatkan sebelas orang korban dalam kejadian tersebut.
Dari kesebelas korban, hanya tiga orang yang mengalami luka-luka. Lalu, lima orang lainnya ditemukan terjebak di lantai dua bangunan berlantai empat tersebut.
Budi menyebut, ketiga korban yang berada di luar gedung itu mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan dan Rumah Sakit Pelni. Saat ini, kondisinya masih menjalani perawatan.
2. Tak Ada Saluran Pembuangan Air
Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI Budi Purnama mengatakan, penyebab robohnya gedung di Slipi, diduga karena tak mempunyai saluran pembuangan. Padahal kondisi saat ini memasukin musim penghujan.
"Ini kan musim hujan, dia menyerap air terlalu banyak sudah dari per lantai tidak ada pembuangan air," kata Budi di lokasi.
"Selanjutnya posisi dinding gedung ini sendiri telah terjadi penyerapan air yang berlebihan, jadi untuk bagian lantai 4 dan 3 rata-rata plafonnya itu sudah terjadi rembesan air," imbuhnya.
Baca Juga: Gedung 4 Lantai di Slipi Roboh, Bagaimana Pemeliharaannya?
3. Dinding Mengalami Pelapukan
Budi menambahkan, pihaknya telah memeriksa bangunan tersebut, di mana di dalamnya terlihat rembesan air di setiap lantai tiga dan empat.
"Jadi menyebabkan di lantai 3-4 itu terjadi pelapukan. Pelapukan ada setiap sisi dinding karena terjadinya pelapukan tadi," ujar Budi.