JAKARTA – Mewabahnya virus korona di Wuhan, China diprediksi menekan pasar saham China dan industri keuangan lainnya. Para ekonom menyebut dampak virus ini memberikan sentimen yang lebih besar untuk pasar.
Tercatat, pasar saham di Shanghai turun hampir 2,8% pada Kamis waktu setempat dan mata uang yuan China melemah karena pemerintah mengambil langkah untuk menutup transportasi umum di Wuhan.
Baca Juga: 13 Negara yang Terserang Virus Korona, Ini Daftarnya
Para ahli ekonom juga menunjukkan reaksi di pasar China dan Asia setelah adanya virus SARS beberapa waktu lalu. Pasar saham turun, meski bangkit lagi.
Untuk saat ini, para ahli ekonom menilai dampak virus korona lebih langsung mengena di pasar Asia, sementara pukulan yang kurang intens ke saham AS meskipun investor telah bergerak ke sektor obligasi treasury AS.
Pukulan ke saham AS akan jauh lebih besar jika virus terbukti lebih mematikan daripada yang sekarang diyakini atau menginfeksi sejumlah besar orang baik di dalam maupun di luar China.
Baca Juga: Seorang Dokter di China Meninggal saat Tangani Virus Korona
Melansir CNBC, Jakarta, Sabtu (26/1/2020), bursa saham AS melemah pada perdaganan Kamis dengan indeks Dow jatuh sebanyak 219 poin, tapi itu hanya sedikit lebih rendah dalam perdagangan sore setelah Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan terlalu dini untuk menyebut virus korona sebagai darurat global.
“Apa yang terjadi di sini adalah semua orang terkejut bahwa mereka akan menutup kota Wuhan dengan 11 juta orang. Itu membuatnya terdengar seperti mereka lebih khawatir tentang itu. Itu masih merupakan faktor," kata Direktur Operasi UBS Art Cashin.