JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pihaknya mendapatkan hikmah dari peristiwa meninggalnya pebasket legendaris dunia, Kobe Bryant. Di mana, Kobe dan anaknya meninggal dalam kecelakaan helikopter di Amerika Serikat.
Menurut dia, tragedi tersebut mengingatkan semua orang agar selalu melakukan kinerja yang terbaik setiap waktu. Hal itu dia sampaikan saat melantik staf ahli Kementerian Keuangan di Jakarta.
Baca juga: Disinggung soal Menteri Keuangan Terbaik Dunia, Ini Respons Sri Mulyani
"Peristiwa ini buat saya penting. Karena, apabila orang baik. Kita memiliki memori mengenai dia tapi meninggal secara tragis," ujar dia, Jumat (31/1/2020).
Dia menjelaskan, peristiwa itu mengingatkan semua orang bahwa waktu di dunia tidak pernah diketahui. Seperti kapan berhentinya.
Baca juga: Sri Mulyani Pernah Merasa Dipermalukan oleh Mantan Bos Bank Dunia soal Stunting
"Serta bagaimana proses kehidupan di dunia terhenti," ungkap dia.
Kemudian lanjut dia, pihaknya meminta semua jajarannya menjalankan tugas dengan tekad mental dan janji yang dilaksanakan sepenuhnya. Maka itu jajaran Kemenkeu, di tengah tantangan ekonomi yang penuh ketidakpastian harus selalu berusaha melakukan proses pekerjaan yang terbaik.
"Jadi, kita tidak tahu, apakah besok masih ada kesempatan untuk beramal bagi bangsa kita atau tidak. Hal itu menjadi momen untuk kita melakukan refleksi dan membulatkan tekad," tandasnya.
Sebelumnya, Kobe Bryant, sang legenda bola basket NBA yang meninggal dunia pada 26 Januari akibat kecelakaan helikopter ternyata ingin dikenang karena investasinya, bukan kariernya.