"Jadi yang menawarkan investasi, biasanya mengklaim bahwa untungnya tinggi, tidak berisiko atau aman 100%. Sebagai orang yang menanamkan uang, ini investasi yang menguntungkan karena kita taruh uang, pasti dapat untung. Padahal kan enggak ada yang pasti dalam berinvestasi," jelas Mike.
"Misalnya emas, pasti harganya naik turun kan? Saham juga begitu," imbuhnya.
Terakhir, calon investor patut menanyakan jenis bisnis yang dijalankan. "Bisnisnya apa? Cuma terima uang, tiba-tiba dapat hadiah. Dia (investor) ini memutar uangnya ke mana? Kan kasih hadiah perlu beli, duitnya dari mana?," kata dia.
Dari pengamatannya, korban investasi bodong tidak mengenal tingkat pendidikan. Sebab pengetahuan tentang finansial tidak diajarkan di sekolah.
Baca Juga: Penipuan Investasi Bodong Memiles Capai Rp750 miliar