JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti impor bahan baku bagi industri baja yang menjadi salah satu faktor terbesar dalam defisit neraca perdagangan Indonesia. Impor bahan baku besi dan baja menempati peringkat tidak besar penyumbang defisit perdagangan.
Menyikapi hal tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, sebetulnya impor dilakukan untuk mendukung industri baja dan industri-industri lainnya. Impor juga dilakukan karena belum bisa diproduksi di dalam negeri.
Baca Juga: Fakta Impor dari China Disetop, Dampak Virus Korona
"Dalam negeri belum cukup untuk mensuplai industri hilirnya. Maka impor tidak ada salahnya karena pasti ada nilai tambah. Seperti yang saya sampaikan tadi mengenai scrap logam," tuturnya, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2/2020).
Dia mengatakan, scrap logam kebutuhan impornya mencapai 9 juta. Namun, karena adanya regulasi sehingga kebutuhan tersebut dibatasi.