JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara intens berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam upaya menuntaskan pembangunan Jalur KA Trans Sulawesi yaitu lintas Kab Barru-Pangkep pada akhir tahun 2020.
"Kami berharap jalur KA dari Pelabuhan Garongkong (Barru) ke Tonasa (Pangkep) sepanjang 30 km bisa selesai akhir tahun ini. Setelah itu, diharapkan terkoneksi sampai Bosowa (Marros) akhir tahun depan. Setelah itu kita bisa kerjakan jalur Makassar-Parepare," jelas Menhub dilansir dari laman Kemenhub, Sabtu (29/2/2020).
Baca juga: Stasiun Manggarai Gantikan Gambir, Kemenhub: Nanti Didiskusikan
Sebelumnya Menhub bersama Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menggelar pertemuan yang mengundang seluruh stakeholders yang terlibat dalam proyek pembanguan Jalur KA Makassar-Parepare, di antaranya Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan Tinggi dan Forkompida, bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Pada rapat tersebut telah dihasilkan beberapa rekomendasi untuk percepatan pembangunan jalur KA Makassar – Parepare, khususnya terkait pembebasan lahan. Pada pertemuan tersebut telah dihasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk menyelesaikan pembebasan lahan. Menhub juga mengapresiasi kerjasama antara Kejaksaan Tinggi, BPN yang dinilai kompak dalam pembangunan jalur KA Makassar-Parepare.
Baca juga: Sejarah Perkeretaapian Indonesia, Dimulai dari Pencangkulan Jalur di Daerah Ini
"Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi juga dan sudah ada kontraktor yang ditunjuk juga. Selain itu, untuk pembebasan lahan sudah ada rekomendasi dari BPN dan Kejati. Tentunya ini juga perlu dukungan dari masyarakat agar proses pembebasan lahan berjalan dengan baik.,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyampaikan apresiasinya kepada Kemenhub yang telah memberi dukungan bagi percepatan pembangunan KA jalur Makassar - Parepare yang merupakan Proyek Strategis Nasional, khususnya terkait penyelesaian pembebasan lahan.