Kinerja Industri Pariwisata Jeblok, Bakal Terjadi Resesi Global?

Irene, Jurnalis
Senin 02 Maret 2020 14:21 WIB
Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

Amazon pun melarang perjalanan bisnis yang tidak penting bagi karyawannya. Menurut survei terhadap 400 bisnis oleh Global Business Travel Association, hampir setengah dari bisnis telah membatalkan atau menunda pertemuan dan perjalanannya. Alhasil mereka beresiko kehilangan 37% perjalanan bisnisnya pada periode itu.

"Ini secara fundamental mempengaruhi cara banyak perusahaan sekarang melakukan bisnis. Jika ini berubah menjadi pandemi global, industri mungkin akan kehilangan miliaran dolar - dampak yang akan memiliki konsekuensi negatif bagi seluruh ekonomi global." ujar Direktur eksekutif kelompok perdagangan Scott Solombrino.

Namun sejauh ini, belum ada pemutusan hubungan kerja yang terjadi dalam industri pariwisata. Tetapi, jutaan pekerja berpotensi kehilangan pekerjaannya atau mengurangi jam kerjanya jika permintaan terhadap perjalanan terus mengalami tekanan.

"Pekerja berpenghasilan rendah akan terkena dampak lebih keras. Mereka harus segera mengurangi pengeluaran mereka. Itu memiliki efek berlipat ganda yang signifikan di seluruh dunia." kata profesor bisnis Sung Won Sohn, di Loyola Marymount University.

Sohn juga berpendapat penurunan aktivitas ekonomi global bisa mencapai angka USD1 triliun. "Saya tidak berpikir yang terburuk ada di belakang kita dalam hal dampak ekonomi. Yang terburuk belum datang," tambah Sohn.

Sementara itu penurunan tajam juga terjadi di pasar keuangan. Tidak hanya itu, gangguan rantai pasokan global untuk produsen dan pengecer juga telah terjadi dan penurunan harga energi dan produksi karena berkurangnya konsumsi. Pukulan terhadap industri pariwisata pun dapat membawa ancaman kepada resesi global.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya