Baca Juga: Tingkatkan SDM Tambang Batu Bara, RI Gandeng Jepang
Yang terakhir terkait membangun lingkungan hidup, ketahanan bencana dan perubahan Iklim, melalui penurunan emisi GRK Sektor Energi hingga 142 juta ton CO2, luas lahan reklamasi tambang 7,1 ribu hektar, 12 petaa geologi bersistem dan bertema, 17 lokasi penanganan sistem mitigasi bencana geologi dan pengembangan 14 unit pos pengamatan gunung api.
Ia mengharapkan kebijakan dan program strategis bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri. "Kalau dimaksimalkan terutama energi lokal yang di desa-desa, bisa menghasilkan energi sendiri, kemandirian energi akan segera terwujud," ungkapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)