JAKARTA – Pasar saham seluruh dunia anjlok akibat jatuhnya harga minyak dan dampak perebakan virus korona yang telah melanda 100 negara lebih. Indeks saham utama di New York turun lebih dari 7% pada penutupan perdagangan kemarin, menyusul anjloknya bursa di Asia sebanyak 5% dan pasar saham di Eropa yang ditutup melemah sekitar 8%.
Penurunan tajam di bursa New York memicu penghentian kegiatan jual beli saham, selama 15 menit, supaya kerugian jangan lebih dari 7%. Cara ini digunakan terakhir kali bulan Desember tahun 2008, ketika terjadi resesi ekonomi yang besar.
Baca Juga: Wall Street Melemah hingga 1% Imbas Kekhawatiran Virus Korona
Kalau kerugian terus naik sampai 13%, akan diadakan penghentian perdagangan selama 15 menit lagi, tapi kalau kerugian mencapai 20%, pasar saham akan segera ditutup. Ketika perdagangan dimulai lagi setelah penghentian selama 15 menit itu, indeks saham Dow jones tampak stabil pada tingkat kerugian 6%.
Para investor agaknya ketakutan melihat anjloknya harga minyak, khususnya minyak Brent yang digunakan sebagai acuan harga internasional, yang turun 26% menjadi USD33,49 per barel, di tengah keprihatinan terus meluasnya virus korona di seluruh dunia.