Berinvestasi Saham di Saat Pasar Terkoreksi

, Jurnalis
Sabtu 14 Maret 2020 14:19 WIB
Ilustrasi: Pergerakan IHSG (Foto Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bursa efek dunia tengah mengalami koreksi akibat isu virus Corona. Ditambah di bursa domestik tengah dalam penyelesaian sejumlah kasus manajer investasi. Apa yang harus dilakukan para pemodal saham saat ini? Di industri pasar modal seluruh dunia ada siklus naik dan turun.

Tahun 2008 misalnya, Indonesia dan negara-negara di dunia mengalami resesi ekonomi yang berawal dari peristiwa subprime mortgage di Amerika Serikat. Sepuluh tahun sebelumnya, 1998, Indonesia mengalami resesi ekonomi yang berakhir dengan reformasi politik.Krisis saat itu di dunia diawali dari resesi mata uang Bath di Thailand yang akhirnya merembet ke Kawasan.

Baca Juga: Asing Cetak Aksi Jual Bersih Rp575,8 Miliar di Pasar Saham

Tahun 2018 sejatinya masuk gelombang dekade krisis. Tetapi saat itu masih cukup aman dan baru memburuk di tahun 2020. Sama seperti dekade-dekade sebelumnya, Pasar Modal Indonesia mengalami koreksi yang tajam.

Pelaku pasar modal tentunya banyak yang mengalami kerugian investasi akibat turunnnya harga-harga saham. Menariknya, di pasar modal, selalu ada peluang di setiap situasi. Saat harga-harga saham sedang turun karena banyak investor yang menjual saham. Dan ini menjadi peluang kentungan bagi investor yang membeli saham-saham tersebut di harga rendah.

Baca Juga: IHSG Anjlok, Jokowi: Kita Tidak Bisa Melawan Kepanikan Global

Dalam siklus ekonomi, setelah berada di titik terendahnya (bottom), akan kembali mengalami siklus naik. Waktunya memamg tidak sama. Ada yang cepat mialnya hanya satu tahun ada yang dua bahkan tiga sampai lima tahun untuk kembali naik. Jadi investor pasar modal tetap bisa memanfaatkan situasi pasar yang sedang turun ini untuk mendapatkan keuntungan investasi dalam jangka waktu panjang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya