Saham-saham apa yang penurunannya tidak terlalu besar dalam situasi krisis dan cepat pulih? Saham perusahaan industri farmasi contohnya adalah saham yang relatif tahan krisis dan akan cepat recovery. Mengapa? Karena obat-obatan tetap dibutuhkan orang yang akan tetap terkena penyakit dalam situasi ekonomi apapun. Artinya, perusahaan-perusahaan farmasi tidak akan mengalami penurunan kinerja yang signifikan. Dan harga saham sektor ini relatif stabil.
Sektor yang kedua berdasarkan analisa beberapa perusahaan sekuritas, yang tahan krisis adalah sektor makanan. Karena orang tetap butuh makan. Perusahaan yang memproduki mi instan, harga sahamnya relatif bertahan.Orang akan mengkonsumsi lebih banyak makanan cepat saji yang harganya terjangkau di masa resesi.
Sebaliknya, sektor konsumsi non primer seperti otomotif, gaya hidup contohnya pusat perbelanjaan, otomotif, gadget, dan barang lain yang berkomponen impor cenderung menurun harganya dan agak lama untuk naik kembali. Sektor perumahan atau real estate juga cenderung paling terpukul saat krisis.
Sementara sektor perbankan walaupun cepat turun di saat krisis ekonomi terjadi, umumnya paling cepat bangkit juga. Karena ketika perekonomian pulih, para pengusaha cenderung mencari bank untuk mendapatkan modal kerja untuk berusaha melakukan ekspansi dan menambah modal kerja.
Jadi, selain melakukan wait and see. Melihat dan menunggu situasi, investor bisa pelan-pelan melakukan pembelian saham-saham yang berpotensi naik ke depan. Tidak perlu sekaligus besar, karena tidak ada yang tahu, apakah saat ini sudah pada titik bottom atau masih akan terjadi penurunan. Pembelian berkala menjadi pilihan untuk memanfaatkan momentum.