Yang terpenting, berinvestasilah dalam jangka waktu yang panjang, saat krisis melanda. Pilih perusahaan yang berkinerja baik. Artinya, penurunan harga sahamnya diakibatkan lebih banyak karena faktor eksternal situaisi ekonomi. Bukan terutama akibat kinerja fundamental perusahaannya yang jelek.
Investor juga perlu memahami karakteristik sektor usaha dari emiten yang sahamnya hendak dipilih. Dengan memahami perusahaan dan karakter bisnisnya, investor akan memahami kapan siklus perusahaan tersebut akan kembali membaik. Berdiskusilah dengan para analis pasar modal. Jangan terbawa aksi panic selling para investor.
Berpikirlah dan menganalisa dengan tenang. Yang tak kalah pnting jangan gunakan dana jangka pendek apalagi dana pinjaman saat berinvestasi di saham. Lakukan diversifikasi untuk meminimalkan risiko. Dan evaluasi secara berkala. (TIM BEI)
(Dani Jumadil Akhir)